Jurnal Veteriner
Vol. 26 No. 3 (2025)

Pemanfaatan Antibakterial Herbal Kombinasi Terung Asam dengan Lempuyang dan Terung Asamdengan Temu Kunci Terhadap Bakteri Vibrio harveyi

Hardanu Idham Darsandi (Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman,Jl. Gunung Tabur. Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75242)
Esti Handayani Hardi (Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman,Jl. Gunung Tabur. Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75242)
Gina Saptiani (Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman,Jl. Gunung Tabur. Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75242)



Article Info

Publish Date
27 Sep 2025

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menguji aktivitas antibakterial secara in vitro campuran ekstrak terung asam dan lempuyang (Bioimun®) dan campuran ekstrak temu kunci dan terung asam (Fitoimun®) sebagai produk antibakterial untuk menghambat Vibrio harvei, menggunakan metode Agar Disc Diffusion (ADD) dan metode kultur bersama bakteri. Perlakuan pada metode ADD terdiri dari 12, yaitu masing-masing Bioimun® dan Fitoimun® diencerkan dengan akuades dengan perbandingan 1:0, 0:1, 1:1, 1:2, 1:3, 1:4. Sedangkan bakteri V. harveyi diencerkan menjadi tiga pengenceran, yaitu 10, 100, and 1000. Media yang digunakan untuk kultur adalah dua media, yaitu Tryptic Soy Agar (TSA) dan Thiosulfate Citrate Bile Salt Sucrose Agar (TCBSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bioimun® dan Fitoimun® dapat menghambat pertumbuhan bakteri V. harveyi secara in vitro. Konsentrasi Bioimun® dan Fitoimun® memiliki zona hambat yang hampir sama. Perlakuan Bioimun® dengan pengenceran 1:4 terhadap bakteri pengenceran 10-3 pada media TSA dan Bioimun® dengan pengenceran 1:3 terhadap bakteri pada pengenceran 10-1 pada media TCBSA menghasilkan zona hambat yang sama, yaitu 10,3 mm. Perlakuan Fitoimun® dengan pengenceran 1:3 terhadap bakteri, dengan pengenceran 10-2, zona hambatnya adalah 10 mm pada media TSA, dan pada TCBSA terdapat dua zona hambat yang serupa, yaitu perlakuan Fitoimun® pengenceran 1:1 dan 0:1 terhadap bakteri, dengan pengenceran 10-1 dan 10-3, dengan zona hambat yang sama, yaitu 9,3 mm. Diameter rata-rata zona hambat yang dihasilkan oleh Bioimun® dan Fitoimun® berada dalam kategori cukup baik. Hasil uji bakteri dengan kultur bersama, Fitoimun® lebih mampu menekan V. harveyi dibandingkan Bioimmun®..

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

juvet

Publisher

Subject

Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Veterinary

Description

Jurnal Veteriner is a scientific journal encompassing animal science aspects, published since 2000, and until now is consistently published four times a year in March, June, September, and December by Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University, associated with Association of Veterinarian ...