Kota Bogor merupakan wilayah endemis avian influenza sehingga program pengendaliannya masih gencar dilakukan. Pasar burung memiliki potensi penyebaran avian influenza karena interaksi yang tinggi baik antara hewan maupun dari hewan ke manusia sehingga penerapan biosekuriti penting dilakukan oleh pedagang burung. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan praktik pedagang burung terkait praktik biosekuriti untuk mendukung program pengendalian avian influenza di Kota Bogor. Seluruh pedagang burung di Kota Bogor sebanyak 31 orang diambil sebagai sampel/responden. Metode pengambilan data menggunakan kuesioner yang telah disusun secara terstruktur. Data hasil penelitian kemudian diolah secara deskriptif dan dilakukan analisis korelasi menggunakan Uji Chi-Square dan Uji Korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan pedagang belum memahami pentingnya penggunaan alat pelindung diri dan peran pembatasan hewan lain (>80.0%), belum meyakini risiko menerima burung titipan dari pedagang lain (80.0%), belum selalu menggunakan sabun saat mencuci tangan dan membersihkan kandang (66.7%), tidak mengenakan APD (80.0%), dan masih membuang kotoran burung ke selokan (63.3%) serta membuang bangkai burung ke tempat sampah umum (93.3%). Hasil analisis terhadap peubah yang diamati memperlihatkan hubungan yang nyata antara umur (X2=14.403, p=0.000) dan pengalaman berdagang (X2=12.543, p=0.001) terhadap pengetahuan pedagang dengan kekuatan hubungan yang kuat dan positif (r=0.596-0.693). Selanjutnya, pengetahuan berhubungan nyata terhadap sikap (p= 0.001, r= 0.558) begitu juga sikap terhadap praktik biosekuriti (p= 0.001, r= 0.558).
Copyrights © 2025