Industri makanan menghadapi tantangan pengendalian biaya produksi akibat fluktuasi harga bahan baku dan tekanan margin, sehingga diperlukan metode perhitungan biaya yang akurat. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan biaya produksi menggunakan metode Full Costing dan Variable Costing serta menilai relevansinya bagi pengambilan keputusan manajerial. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-komparatif dengan data biaya aktual perusahaan makanan. Hasil menunjukkan bahwa Full Costing menghasilkan harga pokok produksi lebih tinggi dibandingkan Variable Costing akibat alokasi biaya overhead tetap. Variable Costing terbukti lebih relevan untuk keputusan jangka pendek, sedangkan Full Costing sesuai untuk pelaporan keuangan. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya pemilihan metode costing yang kontekstual dan adaptif terhadap tujuan manajerial perusahaan makanan.
Copyrights © 2025