Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kemudahan investasi digital, literasi keuangan, Fear of Missing Out (FOMO), dan Overconfidence terhadap keputusan investasi mahasiswa Generasi Z di Kota Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner daring. Populasi penelitian mencakup mahasiswa Gen Z berusia 18–25 tahun yang pernah atau sedang melakukan investasi, dengan sampel purposive sebanyak 175 responden (Hair et al., 2010). Variabel dependen, keputusan investasi, diukur melalui indikator pengetahuan investasi, analisis informasi, pengambilan keputusan logis, dan pertimbangan waktu, sedangkan variabel independen meliputi kemudahan investasi digital, literasi keuangan, FOMO, dan Overconfidence. Analisis data menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 3.0 untuk menguji hubungan kausal antar konstruk laten dan menguji hipotesis dengan bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan investasi digital, FOMO, dan Overconfidence berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan investasi, sedangkan literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan. Keempat variabel tersebut secara bersama-sama menjelaskan 24,8% variasi keputusan investasi mahasiswa Gen Z. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pengembangan platform investasi digital perlu disertai pengelolaan aspek psikologis investor muda agar keputusan investasi lebih rasional, serta menjadi bahan pertimbangan bagi lembaga pendidikan dan regulator dalam merancang strategi edukasi dan perlindungan investor Generasi Z.
Copyrights © 2026