Latar Belakang: Nutrisi alamiah terbaik yang dapat orang tua berikan kepada bayi ialah Air Susu Ibu (ASI). ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan penuh tanpa memberikan makanan tambahan apapun. Banyak manfaat dari pemberian ASI Ekslusif terhadap bayi, salah satunya adalah mencegah insiden diare pada bayi. Tujuan: Mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 6-12 bulan tehadap insiden diare di puskesmas Burneh, Kabupaten Bangkalan Madura. Metode: Desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil dengan cara Probability Sampling secara purposive sampling. Besar sampel sebanyak 108 orang sesuai dengan kriteria inklusi yaitu orang tua atau wali bayi yang telah menandatangani informed consent, bisa baca tulis, dan memiliki bayi usia 6-12 bulan. Sedangkan, kriteria eksklusi yaitu bayi yang mengalami keracunan makanan, khususnya yang sudah MP-ASI, bayi yang mengalami alergi makanan atau obat-obatan tertentu, dan mengalami intoleransi susu sapi. Variabel bebas adalah penerapan ASI eksklusif dan variabel terikat adalah insiden diare pada bayi. Analisa penelitian dengan Uji Fisher Exact Test. Hasil: Peneltian ini menunjukkan bayi yang diberikan ASI Eksklusif hampir seluruhnya tidak mengalami diare sebanyak 86 responden (95,6%) dengan nilai p-value 0,001 (<0,05). Kesimpulan: ASI Eksklusif dapat menjadi faktor protektif terhadap insiden diare pada bayi usia 6-12 bulan. Sehingga, dibutuhkan edukasi secara teratur tentang pemberian ASI eksklusif guna meningkatkan kesehatan bayi.
Copyrights © 2025