Kompleks Angkasa Pura RW 07 Kota Tangerang menghadapi tantangan dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama karena belum optimalnya pelaksanaan program Bank Sampah. Padahal, program ini sebelumnya telah memberikan dampak positif melalui edukasi pengelolaan sampah rumah tangga dan peningkatan nilai ekonomi dari sampah. Namun, menurunnya partisipasi masyarakat menunjukkan perlunya strategi komunikasi yang lebih efektif dan konsisten dari Ketua RW untuk membangkitkan kesadaran warga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi RW 07 Angkasa Pura 2 Kota Tangerang dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengidentifikasi strategi komunikasi yang digunakan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program kebersihan, serta mendeskripsikan hambatan komunikasi yang dihadapi. Metode yang digunakan adalah analisis isi kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan oleh RW 07 memiliki peranan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. RW menerapkan berbagai strategi komunikasi, baik formal maupun informal, untuk mendorong partisipasi masyarakat. Bentuk komunikasi tersebut meliputi pemanfaatan media sosial seperti grup WhatsApp, penyampaian informasi melalui ketua RT, serta pertemuan rutin antar pengurus lingkungan. Strategi ini cukup efektif dalam menggerakkan kegiatan kebersihan bersama, seperti kerja bakti dan lomba kebersihan antar RT. Namun demikian, komunikasi yang dijalankan belum sepenuhnya menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Warga baru, misalnya, cenderung kurang aktif berpartisipasi karena belum memiliki rasa keterikatan sosial yang kuat. Oleh karena itu, RW 07 perlu memperkuat pendekatan komunikasi partisipatif agar pesan mengenai pentingnya kebersihan dapat diterima dan diimplementasikan secara merata di seluruh lingkungan.
Copyrights © 2025