Penelitian ini membahas peran media sosial, khususnya Instagram, sebagai sarana legitimasi kepemimpinan dalam konteks komunikasi politik digital. Studi ini mengambil akun Instagram resmi milik Dedi Mulyadi sebagai objek penelitian, dengan fokus untuk memahami bagaimana narasi kepemimpinan dibangun dan diterima oleh publik melalui konten yang dipublikasikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teknik analisis isi serta wawancara mendalam terhadap lima informan yang merupakan pengikut akun @dedimulyadi71. Tujuan utama penelitian adalah menganalisis strategi komunikasi dan representasi diri yang digunakan oleh Dedi Mulyadi untuk memperkuat citra serta legitimasi politiknya di mata masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dedi Mulyadi memanfaatkan media sosial secara strategis dengan menyajikan konten yang merakyat, empatik, dan berbasis aksi nyata. Konten-konten tersebut tidak hanya membentuk citra positif, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan publik dan memperkuat hubungan emosional antara pemimpin dan warga. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa media sosial berperan penting sebagai alat legitimasi politik yang efektif, dengan memberikan ruang komunikasi dua arah antara pemimpin dan masyarakat. Pemanfaatan media sosial yang otentik dan konsisten dapat meningkatkan kepercayaan serta dukungan publik terhadap seorang pemimpin di era digital.
Copyrights © 2025