Penilitian ini menganalisis potensi pemanfaatan energi surya melalui sistem PLTS rooftop pada gedung kampus Politeknik Amamapare Timika, Papua Tengah, dengan menggunakan simulasi berbasis PVsyst. Sistem yang dirancang terdiri dari 77 panel surya, 28 baterai, dan 5 inverter, dan mampu memproduksi 11.103 kWh/tahun yang hanya mencukupi 19-20% dari total beban, sehingga sebagian energi masih bergantung pada PLN. Biaya investasi awal sistem diperkirakan Rp 490.733.150, sedangkan total emisi karbon siklus hidup tercatat 20.702 kgCO2, mencerminkan jejak karbon awal dari produksi dan instalasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLTS rooftop dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menurunkan emisi karbon, sekaligus memberikan panduan praktis bagi institusi pendidikan di Papua untuk merancang sistem energi mandiri yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025