ABSTRACT Selorejo Dam is a reservoir located in Ngantang District, Malang Regency, which serves as one of the tourist destinations and provides a source of livelihood for the surrounding communities. The increasing human activities around the reservoir have raised concerns about a decline in water quality, as evidenced by the proliferation of water hyacinth and a mass fish mortality incident that occurred in July 2021. This study aims to identify the water quality conditions of Selorejo Reservoir from 2021 to 2024, evaluate the accuracy of the results derived from image processing and field data in 2024, and assess its pollution status based on Total Suspended Solids (TSS), Dissolved Oxygen (DO), and water clarity. The identification was conducted using Sentinel-2A imagery from 2021–2024, combined with TSS, DO, and water clarity data collected directly in the field. The water quality status of Selorejo Reservoir over the 2021–2024 period exhibited significant dynamics. According to the Pollution Index, in 2021, 66.67% of the observation points met the quality standards, while 33.33% were classified as lightly polluted. The condition worsened in 2022, with 100% of the observation points classified as lightly polluted. In 2023, the proportion of points meeting quality standards increased to 42.86%, while 57.14% remained classified as lightly polluted. In 2024, the condition declined further, with only 14.29% of points meeting quality standards and 85.71% classified as lightly polluted. The identification of water quality parameter conditions based on their intended use indicated that throughout 2021–2024, TSS and DO generally fell within Class I, whereas water clarity was within Class III. This suggests that the overall water quality of Selorejo Reservoir is classified as Class III, making it suitable for fish farming, livestock, and agricultural irrigation. The accuracy assessment of the 2024 data revealed that the algorithm used in this study demonstrated satisfactory performance, with RMSE and NMAE values below 30%. This study recommends the implementation of comprehensive and sustainable water quality management efforts to ensure that the water quality of Selorejo Reservoir is well-maintained. Keywords: Selorejo Dam, Clarity Water, Water Quality, Dissolved Oxygen, Sentinel-2A, Total Suspended Solid ABSTRAK Bendungan Selorejo merupakan bendungan yang terletak di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, yang menjadi salah satu destinasi wisata dan juga dimanfaatkan oleh penduduk sekitar untuk mata pencaharian. Aktivitas manusia yang semakin meningkat di sekitar kawasan bendungan, memunculkan kekhawatiran terhadap penurunan kualitas air yang ditandai dengan kondisi perairan yang dipenuhi enceng gondok dan terjadinya insiden kematian ikan secara massal pada bulan Juli 2021. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kondisi kualitas air Bendungan Selorejo pada tahun 2021–2024, mengevaluasi tingkat akurasi hasil pengolahan citra dan data lapangan tahun 2024, serta mengetahui status pencemaran air berdasarkan parameter Total Suspended Solid (TSS), Dissolved Oxygen (DO), dan kecerahan air. Identifikasi dilakukan dengan memanfaatkan data citra Sentinel-2A tahun 2021-2024 dan data TSS, DO, kecerahan yang diambil langsung dilapangan. Kondisi kualitas perairan Bendungan Selorejo selama periode 2021–2024 menunjukkan dinamika yang signifikan. Status Indeks Pencemaran mengindikasikan bahwa pada tahun 2021, sebanyak 66,67% titik pengamatan sesuai baku mutu, sedangkan 33,33% tergolong cemar ringan. Kondisi memburuk pada tahun 2022, dengan seluruh titik pengamatan (100%) berada dalam kategori cemar ringan. Tahun 2023 menunjukkan jumlah titik yang sesuai baku mutu meningkat menjadi 42,86%, sementara 57,14% lainnya masih tergolong cemar ringan. Tahun 2024 menunjukkan penurunan lebih lanjut, dengan hanya 14,29% titik yang sesuai baku mutu dan 85,71% tergolong cemar ringan. Identifikasi kondisi parameter kualitas air berdasarkan peruntukannya menunjukkan bahwa selama tahun 2021 – 2024, nilai TSS dan DO secara umum berada pada kelas I, sedangkan kecerahan berada pada kelas III. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan kondisi kualitas air Bendungan Selorejo berada pada kelas III, yaitu dapat digunakan sebagai tempat budidaya ikan, peternakan dan pertanian. Hasil uji akurasi terhadap data tahun 2024 menunjukkan bahwa algoritma yang digunakan dalam penelitian ini memiliki tingkat akurasi yang baik, dengan nilai RMSE yang baik dan NMAE kurang dari 30%. Penelitian ini merekomendasikan perlunya upaya pemeliharaan kualitas air yang komprehensif dan berkelanjutan, sehingga kondisi kualitas air di Bendungan Selorejo tetap terjaga. Kata Kunci : Bendungan Selorejo, Kecerahan Air, Kualitas Air, Oksigen Terlarut, Sentinel-2A, Total Suspended Solid
Copyrights © 2025