Abstrak Maraknya hustle culture yang terdapat di Indonesia memicu peluang negatif yang bisa memberikan dampak terhadap masyarakat ataupun individu. Tekanan bekerja yang tinggi dapat menimbulkan menurunnya kualitas relasi spiritual dan sosial, hilangnya keseimbangan hidup, serta kelelahan mental. Melalui tinjauan muncul sebuah pertanyaan terkait pentingnya kerja keras apakah selalu bernilai positif. Apakah agama, khususnya Islam, memandang kerja keras dalam konteks yang sama dengan hustle culture modern. Menganalisis fenomena hustel culture dalam perspektif hadist. Metode penelitian yang mengadopsi metode penelitian kualitatif. Hadist Shahih Al Bukhari No. 5699 memiliki makna sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental. Hadist Shahih Muslim No. 4832 memaparkan hal yang perlu digaris bawahi ialah pentingnya menjaga keseimbangan antara tanggung jawab pribadi dengan pekerjaan dari tiap individu. Sebab, sesuatu hal yang melampaui batas atau berlebih-lebihan dapat menimbulkan efek negatif. Konsep tawazun saat diimpelementasikan pada HR Al Hakim memiliki makna dalam menyeimbangkan pengaturan waktu serta perlu memperhatikan aspek-aspek dalam hidup. Salah satu hal yang perlu diperharikan terkait dengan manajemen waktu, dimana individu dapat membagi waktu untuk beribadah, rekreasional, keluarga, dan bekerja. Hustle culture alih alih dalam meningkatkan produktivitas. Akan tetapi bisa menciptakan permasalahan dalam kesehatan mental ataupun individu.
Copyrights © 2025