Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fungsi strategi bahasa Indonesia dalam konten endorsement TikTok melalui studi kasus influencer Reizuka Ari. Dengan menggunakan pendekatan analisis kualitatif berdasarkan wacana sepuluh video promosi, penelitian ini menemukan bahwa beragam bahasa nonformal dengan campur kode, gaya hiperbolik, dan ekspresi emosional digunakan secara konsisten sebagai alat persuasi. Strategi efektivitas persuasif dibangun melalui penerapan Ethos (kredibilitas), Pathos (kekuatan emosional), dan Logos (argumentasi rasional). Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa bukan sekadar media komunikasi, melainkan instrumen retorika yang membentuk kedekatan psikologis audiens dan meningkatkan niat pembelian dalam ekosistem pemasaran digital.
Copyrights © 2025