Kesenian Gandrung di Desa Tinggarsari merupakan tarian sakral atau tarian wali unen-unen di Pura Penataran sebagai penolak bala dan melambangkan kesuburan sebagai acuan sumber kehidupan bagi masyarakat yang hanya dipentaskan pada saat upacara keagamaan di Desa Tinggarsari. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif pada saat observasi. Penggunaan teori yang relevan dengan fokus pada bentuk gending menggunakan teori CC (Contour Class) pengklasifikasian empat nada notasi ding-dong. Penulis menganggap gending Gandrung di Desa Tinggarsari menyerupai fitur-fitur gending palegongan yang menjadi pijakan awal untuk membongkar struktur hierarkis gending Gandrung. Meskipun kesenian tentang Gandrung telah diulas oleh beberapa Penulis, namun belum ada yang membahas mengenai bentuk gendingnya sehingga beberapa kajian terkait bisa bersintetis membentuk satu-kesatuan informasi yang terintegrasi. Tidak hanya itu, tulisan ini lebih diniatkan untuk mengidentifikasi kesejarahan Gandrung di Desa Tinggarsari dengan memperhatikan aspek musikalitasnya dan berupaya sebisa mungkin untuk menggali bagaimana kebudayaan gending tertentu bertemu dalam satu pendekatan analitis.
Copyrights © 2026