Terjadi (atau setidaknya pernah) di berbagai negara di seluruh dunia, penurunan angka kelahiran menjadi salah satu topik yang banyak dibahas. Salah satu yang mengalami adalah Negara Jepang, yang pada tahun 2022 mengesahkan sebuah undang-undang yang mendasari terbentuknya sebuah lembaga baru yang disebut Children and Families Agency dan mulai aktif pada tahun 2023. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah Jepang untuk menghadapi fenomena ini, yang disebut sebagai shoushika dalam Bahasa Jepang, juga menunjukkan adanya urgensi yang muncul akibat fenomena ini dalam perspektif pemerintah Jepang. Di samping itu, konsepsi mengenai sesuatu menjadi hal yang penting dalam menghadapi masalah atau mewujudkan suatu hal. Berkaitan dengan hal ini, tulisan ini mencoba untuk memahami bagaimana pemerintah Jepang mengonsepsikan fenomena shoushika, juga mengonsepsikan permasalahan shoushika dan solusinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konten, dengan data primer berupa data tekstual yang diambil dari laman resmi Children and Families Agency dan data sekunder dari laman resmi lembaga pemerintahan Jepang atau studi literatur untuk memahami secara komprehensif dan kontekstual. Dengan menggunakan data tersebut dan melalui analisis konten, studi ini berkesimpulan bahwa shoushika telah menjadi sebuah masalah nasional yang sangat serius bagi pemerintah Jepang. Permasalahan ini didasarkan pada kondisi konstruksi sosial yang perlu diubah melalui solusi-solusi yang didasarkan melalui langkah legal-formal seperti pengesahan UU atau peraturan lainnya.
Copyrights © 2025