Era disrupsi digital telah mengubah lanskap persaingan pendidikan, mendorong sekolah untuk mengadopsi strategi manajemen berbasis bisnis guna meningkatkan daya saing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi manajemen berbasis bisnis, faktor internal sekolah, digitalisasi, dan dukungan lingkungan terhadap daya saing sekolah. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, penelitian ini melibatkan 40 responden dari sekolah menengah atas melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan statistik deskriptif dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap daya saing sekolah dengan kontribusi 74% (R² = 0.740, p < 0.05). Secara parsial, strategi manajemen berbasis bisnis merupakan faktor paling dominan (β = 0.512, p < 0.001), diikuti kondisi faktor internal (β = 0.286, p = 0.015) dan dukungan lingkungan dan mitra (β = 0.243, p = 0.025). Digitalisasi menunjukkan pengaruh positif namun tidak signifikan (β = 0.195, p = 0.055) karena implementasinya masih parsial. Temuan mengindikasikan bahwa adopsi prinsip bisnis seperti orientasi pelanggan, inovasi program, dan kemitraan strategis menjadi kunci peningkatan daya saing. Digitalisasi efektif ketika terintegrasi holistik dengan strategi bisnis inti, bukan sekadar adopsi teknologi. Penelitian ini merekomendasikan sekolah untuk memperkuat strategi manajemen berbasis bisnis, mengoptimalkan sumber daya internal, mengimplementasikan digitalisasi holistik, dan meningkatkan engagement stakeholder untuk mencapai keunggulan kompetitif berkelanjutan di era digital.
Copyrights © 2025