Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pariwisata hiu paus (Rhincodon typus), kapasitas daya dukung lingkungan, serta pengaruh perubahan iklim terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir. Penelitian dilakukan melalui studi literatur sistematis dengan menelaah 20 publikasi ilmiah nasional dan internasional yang relevan, meliputi kajian ekologi hiu paus, dinamika oseanografi, tekanan aktivitas wisata, serta penerapan konsep kapasitas daya dukung lingkungan dalam pengelolaan pariwisata bahari. Literatur-literatur tersebut kemudian dipilih berdasarkan kriteria tahun publikasi, kesesuaian topik penelitian, dan ketersediaan Digital Object Identifier (DOI). Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan sintesis naratif untuk mengidentifikasi pola hubungan, kecenderungan temuan, dan implikasi pengelolaan yang muncul dari berbagai studi. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata hiu paus yang tidak dikelola sesuai kapasitas daya dukung lingkungan sangat berpotensi menyebabkan perubahan perilaku satwa, peningkatan gangguan habitat, serta penurunan kualitas perairan akibat tekanan antropogenik. Selain itu, perubahan iklim, khususnya peningkatan suhu permukaan laut, perubahan pola arus, dan fluktuasi produktivitas plankton, terbukti dapat berpengaruh terhadap distribusi spasial, waktu kemunculan, dan pola migrasi hiu paus di wilayah pesisir tropis. Kondisi tersebut memberikan dampak langsung terhadap stabilitas dan kepastian aktivitas wisata yang bergantung pada keberadaan spesies ini. Temuan penelitian menegaskan bahwa pengelolaan pariwisata hiu paus memerlukan integrasi antara penilaian kapasitas daya dukung lingkungan yang bersifat dinamis dan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim. Pendekatan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara konservasi ekosistem laut, keberlanjutan ekonomi, dan kepentingan sosial masyarakat pesisir dalam jangka panjang.
Copyrights © 2025