Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh Current Ratio, Debt to Asset Ratio, dan Debt to Equity Ratio secara simultan dan parsial terhadap Net Profit Margin pada industri ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2018–2023. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan jenis data sekunder, serta studi pustaka sebagai metode pengumpulan data. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Uji Asumsi Klasik, Model Regresi Linier Berganda, Uji Hipotesis, dan Koefisien Determinasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Objek penelitian ini adalah sektor Health Care yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2018–2023. Jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebanyak 32 perusahaan. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 11 perusahaan ritel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode 2019–2023. Hasil regresi linier berganda dalam penelitian ini adalah Y = 888,565 + 0,18X1 - 0,10X2 - 0,41X3 + ????. Berdasarkan hasil uji F, diperoleh Fhitung sebesar 10,345 > Ftabel sebesar 2,75, yang berarti terdapat pengaruh simultan dari variabel independen Current Ratio, Debt to Asset Ratio, dan Debt to Equity Ratio yang signifikan terhadap variabel dependen yaitu Net Profit Margin. Berdasarkan hasil uji t, Current Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Net Profit Margin, sedangkan Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa secara simultan Current Ratio, Debt to Asset Ratio, dan Debt to Equity Ratio berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin. Secara parsial, hanya Current Ratio yang berpengaruh signifikan terhadap Net Profit Margin, sedangkan dua variabel lainnya tidak.
Copyrights © 2025