Artikel ini membahas fungsi dan ragam kalimat istifhām (kalimat tanya) dalam perspektif ilmu ma‘ānī sebagai salah satu cabang utama ilmu balaghah. Kalimat istifhām pada umumnya dipahami sebagai sarana untuk memperoleh informasi, namun dalam kajian ilmu ma‘ānī, istifhām juga memiliki beragam fungsi retoris yang melampaui makna literalnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kedudukan kalimat istifhām dalam ilmu ma‘ānī, mengidentifikasi alat dan bentuk istifhām dalam bahasa Arab, menganalisis fungsi-fungsi retorisnya, serta menunjukkan penerapannya dalam teks-teks Arab klasik, khususnya Al-Qur’an dan puisi klasik. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kalimat istifhām tidak hanya berfungsi sebagai pertanyaan informatif, tetapi juga sebagai perangkat retoris yang mengandung makna penegasan (taqrīr), celaan (taubīkh), pengagungan (ta‘ẓīm), peremehan (taḥqīr), keheranan (ta‘jīb), perintah (amr), larangan (nahy), dan harapan yang mustahil (tamannī). Fungsi-fungsi tersebut menunjukkan kekayaan pragmatik dan stilistika bahasa Arab. Pemahaman terhadap dimensi retoris istifhām sangat penting dalam penafsiran teks Arab klasik dan dalam mengapresiasi keindahan serta kedalaman ekspresi bahasa Arab.
Copyrights © 2025