Ketidakpastian ekonomi global dan gangguan yang cepat telah menimbulkan tantangan signifikan bagi keberlanjutan dan kinerja usaha kecil dan menengah (UKM). Terlepas dari keterbatasan struktural mereka, beberapa UKM menunjukkan kemampuan untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kinerja dalam kondisi yang tidak pasti, menunjukkan pentingnya kemampuan organisasi internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh ketahanan organisasi terhadap kinerja UKM dalam konteks disrupsi ekonomi global. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksplanasi kuantitatif menggunakan survei cross-sectional UKM. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Ketahanan organisasi diukur melalui indikator kemampuan beradaptasi, fleksibilitas, dan pembelajaran organisasi, sedangkan kinerja UKM dinilai menggunakan indikator keuangan dan non-keuangan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ketahanan organisasi memiliki efek positif dan signifikan terhadap kinerja UKM, dengan ukuran efek sedang. Koefisien penentuan menunjukkan bahwa ketahanan organisasi menjelaskan proporsi yang berarti dari varians kinerja UKM, menunjukkan bahwa UKM yang tangguh lebih siap untuk mengatasi ketidakpastian ekonomi. Namun, temuan ini juga menyiratkan bahwa kinerja UKM dipengaruhi oleh faktor-faktor tambahan di luar ketahanan organisasi saja. Studi ini berkontribusi pada literatur UKM dan ketahanan dengan memberikan bukti empiris tentang peran ketahanan organisasi dalam meningkatkan kinerja di bawah ketidakpastian ekonomi global, khususnya dalam konteks negara berkembang. Dari perspektif praktis, temuan ini menyoroti pentingnya memperkuat ketahanan organisasi sebagai kemampuan strategis untuk mendukung keberlanjutan UKM di lingkungan yang mengganggu.
Copyrights © 2025