Preparat awetan merupakan objek yang diamati di bawah mikroskop dan menjadi media pembelajaran pada kegiatan praktikum. Salah satu tahap pada pembuatan preparat yaitu tahap pemotongan (sectioning) dengan mikrotom yang memperhatikan ukuran ketebalan irisan untuk menghasilkan preparat yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi ketebalan irisan kualitas 6 µm, 8 µm, 10 µm, dan 12 µm terhadap kualitas dan kelayakan hasil preparat awetan daun & batang Citrus sp. Penelitian dilakukan secara eksperimen dan pembuatan preparat melalui tahapan sesuai prinsip mikroteknik. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif terhadap kualitas dan kelayakan preparat serta hipotesis diuji secara statistik dengan Kruskal-Wallis dan dilanjutkan uji post hoc. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi ketebalan irisan berpengaruh terhadap kualitas dan kelayakan hasil preparat awetan daun & batang Citrus sp. yang ditunjukkan dengan hasil gambaran mikroskopis dan skor rerata penilaian kualitas preparat yang berbeda pada setiap perlakuan. Hasil rata-rata persentase kualitas dan kelayakan preparat batang Citrus sp. yaitu : 94.00% (6 µm); 92.00% (8 µm); 89.67% (10 & 12 µm) sedangkan preparat daun Citrus sp. : 93.67% (6 µm); 94.34% (8 µm); 86.00% (10 µm); 79.67% (12 µm). Hasil tersebut menunjukkan kriteria sangat layak sehingga preparat awetan dapat digunakan untuk pengamatan jaringan tumbuhan pada praktikum struktur perkembangan tumbuhan. Ketebalan irisan 6 & 8 µm sangat layak digunakan untuk pembuatan preparat awetan batang dan daun Citrus sp. berdasarkan indikator penilaian kontras warna dan kejelasan preparat. Kata kunci : ketebalan irisan, kualitas preparat, Citrus sp.
Copyrights © 2025