Latar Belakang: Sistem absensi manual yang hanya tanda tangan di puskesmas Jatirogo dinilai kurang efektif dalam memantau kedisiplinan pegawai karena sistem manual rentan terhadap manipulasi data, seperti pengisian absensi ganda atau titip absen. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat disiplin kehadiran pegawai puskesmas.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yang mana pengumpulkan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil: Terdapat 2 karyawan tergolong absensi tinggi, 26 karyawan absensi sedang, dan 1 karyawan absensi rendah. Kesimpulan: Implementasi absensi finger print cukup efektif membantu peningkatan disiplin kehadiran karyawan puskesmas Jatirogo serta absen manual tetap bisa digunakan jika terjadi gangguan teknis pada finger print.
Copyrights © 2025