Latar Belakang: Gangguan afektif bipolar remaja merupakan tantangan diagnosis dan penanganan karena gejala tumpang tindih dengan gangguan lain serta faktor psikososial seperti trauma dan konflik sosial yang mempengaruhi kondisi pasien. Penelitian ini bertujuan menggambarkan proses diagnosis dan tata laksana komprehensif pada pasien remaja dengan bipolar depresif psikotik serta menganalisis faktor neurobiologis, psikososial, dan ritme sirkadian yang memengaruhi kondisi klinisnya.Metode: Studi kasus deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan penelusuran rekam medis, menegakkan diagnosis ICD-10, dan menganalisis respons terapi farmakologis serta intervensi non-farmakologis terhadap pasien remaja dengan gangguan bipolar.Hasil: Pasien menunjukkan perbaikan gejala depresif berat disertai psikotik setelah terapi multimodal, dengan dukungan keluarga aktif serta pendekatan holistik, menegaskan pentingnya diagnosis dini dan strategi penanganan terintegrasi pada gangguan bipolar remaja.Kesimpulan: Pendekatan holistik dan diagnosis dini krusial untuk keberhasilan penanganan gangguan bipolar pada remaja, meningkatkan peluang pemulihan dan mencegah kekambuhan melalui kolaborasi tim medis dan partisipasi aktif keluarga maupun pasien.
Copyrights © 2025