Penelitian ini mengkaji kontroversi antara Pondok Pesantren Lirboyo dan tayangan Xpose Uncensored di Trans7 pada Oktober 2025 yang memunculkan perdebatan publik mengenai makna tradisi keagamaan dan cara media merepresentasikannya. Tayangan tersebut menampilkan praktik penghormatan santri kepada kiai secara negatif, sehingga menimbulkan benturan antara nilai-nilai tradisional dan pandangan modern. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dinamika relasi antara tradisi keagamaan dan media modern melalui perspektif pemikiran Adonis dalam Al-Thābit wa al-Mutahawwil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis wacana terhadap teks tayangan, dokumen resmi, pemberitaan media, serta karya-karya Adonis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pembentuk wacana yang menafsirkan ulang tradisi dalam kerangka modernitas. Temuan ini memperlihatkan pertarungan antara yang tetap (al-thābit) dan yang berubah (al-mutahawwil) dalam konstruksi makna tradisi di ruang publik.
Copyrights © 2025