ABSTRAKIndustri tekstil merupakan industri yang akan terus dibutuhkan oleh manusia karena tekstil masuk ke dalam kebutuhan pokok manusia, yaitu sandang. Banyak perusahaan tekstil di Indonesia, salah satunya PT XYZ. PT XYZ bergerak pada industri tekstil yang memroduksi benang. Dalam pelaksaannya, setiap industri memerlukan manajemen rantai pasok yang bagus agar produksi berjalan dengan baik. Manajemen rantai pasok PT XYZ mengalami beberapa kendala yang mana jika dibiarkan akan menyebab kerugian bagi perusahaan. Untuk itu dilakukan analisis terhadap supply chain management proses produksi benang pada PT XYZ menggunakan metode Failure Mode and Effect Analisys dan House of Risk dengan tujuan untuk mengidentifikasi risiko yang dapat terjadi, risiko yang paling sering dan memberikan rekomendasi pencegahan untuk meminimalisir risiko yang terjadi pada supply chain management proses produksi benang PT XYZ. Berdasarkan analisis tersebut, diketahui tiga rekomendasi pencegahan risiko terhadap tiga penyebab permasalahan dengan skor RPN tertinggi, yakni, melakukan control inventory sparepart dengan rutin sehingga dapat memprediksi kebutuhan sparepart, melakukan evaluasi pada divisi packing dan warehouse mengenai control produk sebelum produk dikirim, dan melakukan evaluasi forecasting dan control pada divisi PPC (Production Planning and Control) agar bekerja lebih fokus.Kata kunci: Benang, FMEA, HOR, Produksi, Supply Chain Management
Copyrights © 2025