Kurangnya pemahaman mengenai halal supply chain dapat menimbulkan tantangan dalam menjaga kualitas dan kehalalan produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko pada aktivitas rantai pasok halal serta merumuskan strategi mitigasi pada UMKM Mekar Sari yang memproduksi rengginang. Metode penelitian meliputi pemetaan aktivitas rantai pasok berdasarkan model Supply Chain Operation Reference (SCOR), identifikasi risk event dan risk agent, perhitungan Aggregate Risk Potential (ARP), serta penentuan strategi mitigasi menggunakan pendekatan House of Risk (HOR). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 17 kejadian risiko (risk event) dan 15 sumber risiko (risk agent), dengan 7 risk agent prioritas yang memiliki nilai ARP tertinggi, di antaranya tidak adanya SOP sesuai standar halal, penggunaan alat transportasi yang berpotensi kontaminasi, serta bahan baku yang belum terdaftar pada LPPOM MUI. Melalui HOR tahap dua, diperoleh 9 strategi mitigasi risiko halal, dengan prioritas tertinggi yaitu pembuatan SOP berbasis standar halal yang mencakup pengadaan bahan baku, produksi, penyimpanan, pengemasan, dan distribusi. Hasil ini memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan jaminan kehalalan produk UMKM melalui penerapan manajemen risiko rantai pasok halal yang terstruktur dan efisien.
Copyrights © 2025