Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pertanyaan mendasar mengenai bagaimana pengalaman anak perempuan yang tumbuh tanpa figur ayah (fatherless) memengaruhi kemampuan mereka dalam membangun kepercayaan terhadap orang lain. Ketiadaan figur ayah tidak hanya berdampak pada keseimbangan keluarga, tetapi juga pada pembentukan kepercayaan interpersonal dan stabilitas emosional anak perempuan di masa dewasa awal. Posisi peneliti dalam kajian ini adalah sebagai pengamat fenomenologis yang berupaya memahami pengalaman subjektif partisipan secara mendalam tanpa intervensi, guna mengungkap dinamika psikologis di balik munculnya trust issue. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anak perempuan yang mengalami kondisi fatherless sejak masa kanak-kanak hingga remaja. Analisis dilakukan secara tematik untuk menemukan pola pengalaman, faktor penyebab, dan dampak psikologis yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa trust issue pada anak perempuan fatherless terbentuk melalui proses panjang yang dipengaruhi oleh pengalaman kehilangan, rasa kecewa, dan minimnya figur kelekatan yang aman. Faktor utama yang memengaruhi munculnya trust issue meliputi kehilangan figur ayah, kualitas dukungan sosial, serta pengalaman relasi interpersonal setelah kehilangan. Dampaknya terlihat pada dua dimensi utama, yaitu sosial dan emosional, di mana individu menunjukkan perilaku tertutup, kesulitan membuka diri, serta kecenderungan menarik diri secara emosional. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan emosional yang konsisten dalam membantu perempuan fatherless merekonstruksi kepercayaan yang sehat terhadap diri sendiri dan orang lain.
Copyrights © 2025