Algoritma rekomendasi merupakan elemen sentral dalam ekosistem digital yang membentuk distribusi informasi dan persepsi sosial. Penelitian ini menganalisis implikasi etis desain algoritma rekomendasi terhadap polarisasi media dan masyarakat dalam konteks global dan Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, penelitian ini menelaah literatur internasional dan nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa algoritma rekomendasi tidak bersifat netral, melainkan dipengaruhi kepentingan ekonomi yang mengutamakan engagement dibanding kualitas informasi. Kondisi ini mendorong terbentuknya filter bubble dan echo chamber yang mempersempit ruang diskursus publik dan memperkuat polarisasi politik. Di Indonesia, fenomena tersebut terlihat jelas pada dinamika Pemilu 2024, khususnya di kalangan generasi muda pengguna media sosial. Analisis kritis menunjukkan bahwa algoritma berfungsi sebagai instrumen kuasa dalam membentuk ruang publik digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi prinsip etika, kebijakan publik yang kontekstual, literasi digital, dan kolaborasi multipihak guna menjaga kualitas demokrasi dan kohesi sosial.
Copyrights © 2025