Menopause merupakan fase fisiologis yang dialami perempuan seiring menurunnya fungsi ovarium dan produksi hormon estrogen. Pada tahap perimenopause, berbagai gejala fisik dan psikologis sering muncul dengan intensitas bervariasi. Perubahan suasana hati dan ketidakteraturan siklus menstruasi merupakan gejala umum pada perempuan usia perimenopause. Ketidakseimbangan hormon reproduksi sering kali berkaitan dengan kondisi emosional, namun hubungan keduanya belum banyak diteliti pada populasi usia pertengahan. Mengetahui hubungan antara suasana hati dengan siklus menstruasi pada perempuan menopause. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 75 responden. dengan total sampel 75 perempuan di Desa Terong Tawah. Variabel yang diukur suasana hati diukur menggunakan kuesioner gejala menopause, dan siklus menstruasi diukur melalui indikator perubahan pola (Instrumen yang digunakan adalah kuesioner sindrom menopause dari Newson Research. Data dianalisis secara univariat dan bivariat untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase, dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Mayoritas responden memiliki suasana hati buruk (80%), dan hampir seluruh responden mengalami siklus menstruasi tidak teratur (98,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang sangat signifikan antara suasana hati dengan siklus menstruasi dengan nilai p value 0,00 Nilai p-value yang jauh lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara suasana hati dan siklus menstruasi pada responden penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa perimenopause memberikan dampak signifikan terhadap kondisi fisik dan emosional perempuan.
Copyrights © 2025