Masalah penyalahgunaan narkoba di Indonesia menjadi masalah kompleks yang perlu menjadi perhatian khusus sebab dapat merusak berbagai sisi kehidupan. Rehabilitasi pecandu narkoba merupakan upaya untuk menghentikan kecanduan dari penyalahgunaan narkoba. Pondok Inabah 18 di Ciahaurbeuti, Ciamis memiliki metode terapi unik yang memadukan konsep terapi rational emotive behavioral Therapy (REBT) dengan terapi inabah yang menekankan pada praktik ibadah dan pembenaran aqidah serta akhlah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran dari integrasi terapi inabah dan Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) dalam mengurangi kecanduan narkoba. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik pengambilan data berupa wawacara, observasi dan dokumentasi. Sementara teknik analisis data menggunakan teknik analisa pola. Hasil penelitian ini menemukan bahwa integrasi antara Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) dengan terapi Inabah sangat berperan dalam pemulihan pecandu narkoba. Hal ini dikarenakan adanya pembenahan pola berpikir melalui terapi REBT dan pembenahan aqidah serta akhlah melalui terapi inabah yang menekankan pada praktik ibadah keseharian. Para konseli rehabilitasi di pondok Inabah 18 merasakan adanya perubahan pola pikir mengenai narkoba yang selama ini keliru dan pembinaan keagamaan melalui terapi inabah. Abstract: The issue of drug abuse in Indonesia is a complex problem that requires special attention, as it can damage various aspects of life. Drug addiction rehabilitation is an effort to halt addiction caused by drug abuse. Pondok Inabah 18, located in Ciahaurbeuti, Ciamis, employs a unique therapeutic method that integrates Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) with Inabah therapy, which emphasizes religious practices, doctrinal correction, and moral improvement. This study aims to examine the role of integrating Inabah therapy and Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) in reducing drug addiction. A qualitative case study approach was employed, utilizing data collection techniques such as interviews, observations, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman technique. The findings of this study indicate that the integration of Rational Emotive Behavioral Therapy (REBT) with Inabah therapy plays a significant role in the recovery of drug addicts. This is due to the cognitive restructuring facilitated by REBT, alongside the doctrinal and moral reinforcement provided by Inabah therapy, which emphasizes daily religious practices. Rehabilitation clients at Pondok Inabah 18 reported a transformation in their perception of drugs, correcting previous misconceptions, and experiencing religious development through Inabah therapy.
Copyrights © 2025