Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi keterbatasan sumber daya dalam meningkatkan daya saing produk. Kondisi ini menuntut UMKM untuk menentukan prioritas inovasi produk secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Pareto Analysis dalam menentukan prioritas inovasi produk pada UMKM di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma fenomenologi melalui wawancara mendalam terhadap 10 pelaku UMKM. Data dianalisis menggunakan NVivo yang diintegrasikan dengan prinsip Pareto (80/20) untuk mengidentifikasi bentuk inovasi produk yang paling berdampak. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 12 bentuk inovasi produk, dengan empat inovasi utama—yaitu inovasi berbasis teknologi, inovasi rasa atau varian produk, pengembangan kompetensi inovasi, serta efisiensi biaya dan bahan produksi—yang secara kumulatif mencakup 72,22% dari keseluruhan aktivitas inovasi. Temuan ini menunjukkan bahwa UMKM cenderung memprioritaskan inovasi yang memberikan dampak langsung terhadap keberlanjutan usaha dan daya saing pasar.
Copyrights © 2026