Penelitian ini mengkaji wacana keberdayaan perempuan pada media sosial Instagram, khususnya pada akun @perempuanberkisah. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya tingkat kesetaraan gender di Indonesia, di mana Indonesia menempati peringkat ke-97 dari 148 negara dalam Global Gender Gap Report 2025, serta meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan. Fokus penelitian adalah untuk menganalisis representasi "perempuan berdaya" dalam kampanye digital yang dilakukan oleh komunitas Perempuan Berkisah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis wacana kritis perspektif Michel Foucault, yang mencakup tahapan arkeologi pengetahuan dan genealogi kekuasaan. Data primer diperoleh melalui observasi terhadap tiga unggahan akun Instagram @perempuanberkisah pada periode Agustus hingga September 2025. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran narasi yang signifikan, di mana konsep perempuan berdaya yang semula bersifat sosial-politik berubah menjadi lebih individualistik. Melalui praktik diskursif, keberdayaan direpresentasikan sebagai kondisi otonomi pribadi, pengelolaan emosi, dan penerimaan diri (self-acceptance). Temuan ini mengindikasikan bahwa wacana tersebut cenderung mengeksklusi isu-isu ketimpangan struktural, seperti sistem patriarki dan kebijakan publik, serta memindahkan tanggung jawab perubahan sosial ke pundak individu perempuan itu sendiri.
Copyrights © 2026