Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi publik BBPMP Provinsi Jawa Timur dalam menyosialisasikan Program Wajib Belajar 13 Tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi publik BBPMP Provinsi Jawa Timur berperan penting dalam mendukung implementasi program di tingkat daerah melalui pembagian peran komunikator yang jelas, penyusunan pesan kebijakan yang kontekstual, serta pemanfaatan kombinasi kegiatan luring dan media digital. Kegiatan luring menjadi saluran utama dalam memperkuat pemahaman dan komitmen pemangku kepentingan, sedangkan media digital berfungsi memperluas jangkauan informasi. Strategi tersebut berkontribusi pada peningkatan pemahaman dan kepedulian terhadap isu pendidikan, khususnya pencegahan Anak Tidak Sekolah (ATS), meskipun masih dihadapkan pada keterbatasan teknis, substansi pesan, dan koordinasi lintas sektor
Copyrights © 2026