Media sosial TikTok sebagai salah satu wadah baru dalam pembentukan makna dan identitas, khususnya bagi perempuan muda. Salah satu konten yang beredar adalah kampanye feminine energy yang dipopulerkan oleh influencer TikTok Nashatra Malicca. Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis bagaimana perempuan lajang di Kota Surabaya memersepsikan kampanye feminine energy yang dipopulerkan olehnya. Jenis penelitian ini kualitatif dengan metode fenomenologi, serta pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam terhadap perempuan lajang Kota Surabaya yang aktif sebagai pengguna TikTok dan terpapar konten Nashatra Malicca mengenai feminine energy. Informan dipilih menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pemaknaan terhadap kampanye feminine energy di kalangan informan. Berdasarkan teori resepsi Stuart Hall, pemaknaan informan terbagi ke dalam tiga posisi, yaitu dominant reading, negotiated reading, dan oppositional reading. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan single di Kota Surabaya tidak bersifat pasif dalam menerima pesan media, melainkan aktif menafsirkan dan menegosiasikan makna kampanye feminine energy sesuai dengan pengalaman, nilai, dan konteks sosial budaya mereka.
Copyrights © 2026