Pendidikan vokasional di sekolah khusus menghadapi tantangan dalam menarik minat siswa tunagrahita karena keterbatasan fasilitas dan variasi kegiatan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat vokasional siswa tunagrahita jenjang SMALB melalui kegiatan budidaya hidroponik bayam. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan tahapan identifikasi masalah melalui observasi dan wawancara, perencanaan program bersama guru, pelaksanaan yang meliputi penyuluhan, praktik langsung menanam dan merawat serta diskusi, diikuti evaluasi untuk mengukur peningkatan minat siswa. Hasil kegiatan menunjukan bahwa dari 14 siswa tunagrahita ringan yang berpartisipasi, 10 siswa menunjukkan peningkatan minat vokasional yang signifikan, terlihat dari antusiasme, keaktifan dalam praktik, dan inisiatif untuk merawat tanaman secara mandiri. Manfaat yang diperoleh meliputi pengembangan kemandirian, koordinasi motorik, rasa percaya diri siswa, serta inovasi program vokasional yang hemat ruang. Temuan ini sejalan dengan teori pembelajaran berbasis pengalaman yang menekankan aktivitas praktis langsung untuk membangun pemahaman, dan zona perkembangan proksimal yang mendukung bimbingan bertahap untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan siswa. Kesimpulan penelitian ini menekankan aspek baru dalam fokus pada pengembangan minat vokasional melalui hidroponik, yang berbeda dari penelitian sebelumnya yang lebih menekankan keterampilan teknis, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam inovasi pendidikan vokasional untuk siswa dengan kebutuhan khusus guna mendukung pembelajaran yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026