Program makan bergizi gratis yang dicanangkan pemerintah sebagai bagian dari agenda perlindungan sosial dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, menyimpan potensi besar dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor pangan serta penguatan ekonomi kerakyatan. Artikel ini membahas peluang strategis dari program tersebut, khususnya dalam menciptakan permintaan tetap (captive market) bagi UMKM pangan lokal, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan sirkulasi ekonomi domestik berbasis komunitas. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, analisis dilakukan melalui studi literatur dan kebijakan, serta pembelajaran dari program serupa di beberapa negara seperti India dan Brasil. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa keterlibatan UMKM dalam rantai pasok program makan bergizi gratis dapat menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan, asalkan didukung oleh regulasi afirmatif, standar kualitas pangan yang terjangkau, serta kemitraan yang adil antara pelaku usaha kecil dan penyelenggara program. Selain itu, pemberdayaan UMKM sebagai penyedia makanan sehat juga sejalan dengan misi pengentasan kemiskinan dan penguatan kedaulatan pangan. Oleh karena itu, perlu perancangan kebijakan terpadu yang mengintegrasikan aspek gizi, produksi pangan lokal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Artikel ini merekomendasikan agar program makan bergizi gratis tidak hanya dilihat sebagai intervensi sosial, tetapi juga sebagai pendorong transformasi ekonomi berbasis kerakyatan.
Copyrights © 2025