Perancangan ulang SLB Negeri Tamansari di Tasikmalaya denganpendekatan Collaborative Learning bertujuan menciptakan lingkungan belajar yanginklusif, aman, nyaman, serta sepenuhnya mendukung kebutuhan siswaberkebutuhan khusus dalam berbagai aspek perkembangan mereka. Proyek iniberangkat dari identifikasi sejumlah permasalahan nyata di lapangan, seperti ruangkelas yang terlalu sempit untuk aktivitas belajar yang optimal, furnitur yang tidakergonomis dan kurang ramah bagi siswa dengan keterbatasan fisik, minimnya zonaindividual untuk konsentrasi belajar, serta kurangnya fasilitas keamanan dan sistempemeliharaan bangunan yang memadai. Melalui pendekatan desain yangmenitikberatkan pada kerja sama, fleksibilitas tata ruang, dan integrasi fungsi,perancangan mencakup penyediaan furnitur yang sepenuhnya ramah disabilitas,pencahayaan alami yang memadai, ventilasi silang yang baik, serta elemen desainyang mendukung stimulasi sensorik positif bagi siswa dengan beragam kebutuhan.Selain itu, rancangan juga memperhatikan kemudahan aksesibilitas antar ruang,penataan area belajar kelompok dan ruang pribadi secara proporsional, penggunaanmaterial yang aman, ramah lingkungan, dan mudah dirawat, serta penambahanruang terbuka hijau dan area bermain interaktif untuk mendorong perkembanganfisik, emosional, dan sosial siswa. Hasil desain diharapkan mampu meningkatkankenyamanan, efektivitas pembelajaran, interaksi sosial yang inklusif, sekaligusmenjadi model referensi yang dapat diaplikasikan pada pengembangan sekolahinklusif lainnya di Indonesia.Kata kunci: Collaborative Learning, inklusivitas, desain interior, SLB, disabilitas.
Copyrights © 2025