Proses V-bending merupakan salah satu metode pembentukan pelat yang paling luas digunakan dalam industri manufaktur. Salah satu kendala yang sering ditemukan adalah ketidakakuratan dalam menentukan panjang bentangan awal (L0), yang mengakibatkan deviasi dimensi produk setelah proses tekuk. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor tekuk (k) pelat SPHC pada 5 variasi ketebalan (1; 1,5; 2; 2,5 dan 3 mm) dan dua jenis lebar V-die (24 mm dan 40 mm) menggunakan mesin hydraulic press brake YSD PPTK 100/30 dengan metode partial bending. Parameter X dan Y ditentukan secara eksperimental untuk menghasilkan sudut tekuk 90° dan dimensi kanal U 30×60×30 mm. Nilai k dihitung berdasarkan rumus panjang bentangan awal. Hasil menunjukkan bahwa nilai k berada pada kisaran 0,37–0,45, dengan nilai optimum 0,4. Pengaruh ketebalan material terhadap k relatif kecil, sedangkan pengaruh lebar V-die lebih signifikan terhadap radius dalam. Penelitian ini memberikan referensi faktor tekuk k yang lebih akurat untuk meningkatkan presisi proses bending pelat SPHC. Kata kunci: V-bending, faktor tekuk, SPHC, lebar V-die, partial bending
Copyrights © 2025