Insiden keselamatan pasien seperti kesalahan identifikasi, medication error, dan infeksi nosokomial masih menjadi masalah di rumah sakit. Supervisi yang tidak tersosialisasi dengan baik mempengaruhi kinerja perawat dalam menerapkan keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan faktor individu dan organisasi dengan kinerja perawat dalam penerapan keselamatan pasien di RSI Ibnu Sina Padang. Desain penelitian cross-sectional pada 62 perawat pelaksana menggunakan total sampling. Kinerja diukur melalui kuesioner terstruktur berdasarkan enam sasaran keselamatan pasien. Data dianalisis dengan chi-square, t-independent, dan regresi logistik. Hasil penelitian diketahui faktor individu (usia, masa kerja, status perkawinan) tidak berhubungan signifikan (p > 0,05). Faktor organisasi (kepemimpinan, imbalan, desain kerja, supervisi) berhubungan signifikan (p ? 0,05). Imbalan merupakan variabel dominan setelah dikontrol kepemimpinan dan supervisi (p = 0,001; OR = 0,027). berdasarkan penelitian diketahui sistem imbalan yang didukung kepemimpinan dan supervisi efektif berkontribusi signifikan terhadap kinerja keselamatan pasien. Manajemen rumah sakit perlu mengembangkan sistem imbalan terstruktur (finansial dan non-finansial) disertai penguatan fungsi kepemimpinan dan supervisi. Keterbatasan penelitian yaitu desain cross-sectional, sampel terbatas satu rumah sakit, potensi bias self-report.
Copyrights © 2025