Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana WhatsApp Channel berfungsi sebagai ruang baru pembentukan Virtual Ummah dan bagaimana proses reartikulasinya terhadap komunitas muslim di era digital. Meningkatkan penggunaan WhatsApp sebagai salah satu media sosial paling populer di Indonesia menjadikannya medium potensial bagi para ustadz dan komunitas dakwah untuk membangun koneksi spiritual dan solidaritas keagamaan. Ruang digital ini menghadirkan pola komunikasi yang lebih personal, cepat dan partisipastif dibandingkan interaksi keagamaan di ruang fisik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi virtual. Data diperoleh melalui observasi beberapa WhatsApp Channel keagamaan, kemudian dianalisis secara tematik untuk melihat pola komunikasi, bentuk dakwah, serta nilai-nilai yang dibangun. Hasil penelitian menunjukan bahwa WhatsApp Channel berfungsi tidak hanya sebagai media penyebaran pesan keagamaan, tetapi juga sebagai ruang pembentukan identitas dan solidaritas spiritual. Nilai-nilai seperti ukhuwah Islamiyah dan ta’awun muncul memlaui komunikasi simbolik sederhana seperti pesan singkatm emoji religious serta inetraksi para pengguna. Hal ini menunjukan bahwa umat muslim di ruang digital bukan sekedar audiens pasir, melainkan bagian aktif dalam membangun Virtual Ummah yang adaptif terhadap budaya komunikasi modern.
Copyrights © 2025