Tanaman pucuk merah (Szygium myrtifolium) memiliki kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini mengevaluasi aktivitas antimikroba fraksi daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium) terhadap bakteri patogen Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% dilanjutkan dengan fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan air. Aktivitas antibakteri diuji melalui metode difusi cakram dan mikrodilusi 96-sumur dengan tiga kali replikasi untuk menentukan Konsentrasi Hambat Minimum (KHM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktivitas paling efektif, menghasilkan zona hambat terbesar mencapai 16,5 mm terhadap S. aureus dan 16,3 mm terhadap E. coli pada konsentrasi 40%. Nilai KHM terendah diperoleh sebesar 3,12% pada fraksi etil asetat dan n-heksana terhadap S. aureus, sedangkan KHM untuk E. coli pada seluruh fraksi adalah 6,25%. Fraksi etil asetat merupakan fraksi yang paling efektif, memberikan penghambatan yang lebih kuat pada kedua bakteri uji dibandingkan fraksi lainnya. Penelitian lebih lanjut sangat disarankan untuk fokus pada isolasi senyawa aktif spesifik dari fraksi ini dan melakukan uji toksisitas untuk memastikan keamanannya untuk pengembangan farmasi.
Copyrights © 2025