Degradasi ekosistem sungai di Desa Ujungpangkah akibat akumulasi limbah dan vegetasi liar mengancam produktivitas ekonomi nelayan pesisir. Kebaruan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini terletak pada integrasi metode Asset Based Community Development (ABCD) dengan strategi Reduce, Reuse, Recycle (3R), yang mentransformasi gerakan bersih sungai dari aksi fisik temporer menjadi model pemberdayaan berbasis aset. Metode dilaksanakan melalui empat tahapan sistematis: discovery, design, execution, dan destiny dengan melibatkan kolaborasi lintas aktor antara masyarakat, petugas teknis, dan perangkat RT/RW. Hasil kegiatan menunjukkan capaian indikator lingkungan yang signifikan berupa normalisasi aliran sungai dan pemulihan habitat biota air yang ditandai dengan munculnya kembali plankton serta benih ikan dan udang. Secara sosial, terjadi penguatan modal sosial melalui pembentukan mekanisme kontrol lingkungan mandiri di tingkat RT/RW. Secara ekonomi, perbaikan kualitas ekosistem ini terbukti menstabilkan ketersediaan bahan baku bagi industri UMKM olahan perikanan lokal. Model integrasi ABCD dan 3R ini efektif mengubah posisi masyarakat dari objek bantuan menjadi pengelola aset lingkungan yang mandiri, serta menjadi referensi strategis bagi program restorasi sungai di wilayah pesisir lainnya untuk peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar dan bergeraknya roda perekonomian menuju lebih baik, lebih mandiri, berkekuatan dan tangguh pada kemampuan sendiri.
Copyrights © 2026