Fenomana terjadinya kelelahan ini tidak hanya terjadi pada lingkungan kerja formal, tetapi juga dalam proses pelatihan yang intensif seperti pelatihan Gada Pratama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat efektivitas laughter therapy dalam menurunkan kelelahan pada peserta Gada pratama. Metode yang digunakan adalah desain quasi-eksperimen dengan model one-group pretest-posttest. Populasi pada penelitian ini adalah 60 peserta, Namun sampel yang digunakan adalah 36 sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil menunjukkan p = 0,101 (p > 0,05) yang menunjukkan bahwa secara statiktik tidak terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kelelahan sebelumnya dan sesudah diberikan intervensi laughter therapy. Analisis yang digunakan pada penelitian menggunakan bantuan perangkat softwere, yaitu Jeffrey’s Amazing Statistics Program (JASP) dan Excel.
Copyrights © 2025