Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kebencanaan santri melalui pendampingan pembelajaran kontekstual dan penguatan manajemen sederhana pesantren. Pesantren sebagai lembaga pendidikan berasrama memiliki kerentanan sekaligus potensi strategis dalam pengembangan budaya sadar bencana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif yang melibatkan pimpinan pesantren, ustaz/ustazah, pengurus santri, dan santri. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, pendampingan pembelajaran kebencanaan berbasis lingkungan pesantren, penyusunan SOP sederhana pesantren siaga bencana, simulasi kesiapsiagaan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran santri terhadap risiko bencana serta langkah-langkah kesiapsiagaan. Selain itu, pesantren memiliki perangkat manajemen sederhana berupa SOP, pembagian peran, dan alur komunikasi darurat yang mendukung kesiapsiagaan kelembagaan. Pengabdian ini membuktikan bahwa integrasi pembelajaran kontekstual dan manajemen sederhana pesantren merupakan pendekatan yang efektif dan berkelanjutan dalam membangun budaya sadar bencana di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2026