Bahaya kelistrikan, khususnya arc flash, tetap menjadi risiko kritis dalam sistem kelistrikan industri, terutama pada fasilitas minyak dan gas di mana keselamatan dan kontinuitas operasional sangat penting. Arc flash dapat melepaskan energi termal ekstrem dalam hitungan milidetik, yang berpotensi menyebabkan luka bakar serius, kerusakan peralatan, hingga kematian. Studi ini bertujuan untuk memitigasi risiko arc flash pada instalasi listrik stasiun pengumpul minyak dengan menggunakan ETAP (Electrical Transient Analyzer Program) dan standar NFPA 70E (2024). Analisis difokuskan pada dua Motor Control Center (MCC-1 dan MCC-2) tegangan rendah dalam dua skenario: normal (AF-1) dan terburuk (AF-2). Simulasi ETAP menunjukkan bahwa pada AF-1, MCC-1 menghasilkan 22,21 cal/cm² pada jarak 9,17 m dengan arus 5,29 kA, dan MCC-2 sebesar 33,36 cal/cm² pada 10,21 m dengan 5,05 kA. Pada AF-2, MCC-1 mencapai 21,50 cal/cm² dan MCC-2 sebesar 30,50 cal/cm². Penilaian risiko semi-kuantitatif menggunakan matriks keparahan (Se) dan kemungkinan (Lo) menghasilkan skor awal 12 (tinggi) dengan Se = 4 dan Lo = 3. Upaya mitigasi seperti peningkatan peralatan, pengendalian administratif, dan APD menurunkan Lo menjadi 2, sehingga risiko sisa turun menjadi 8 (sedang). Studi ini menekankan pentingnya pendekatan mitigasi terintegrasi dan merekomendasikan riset lanjutan pada pemodelan prediktif dan pemantauan arc flash secara real-time.
Copyrights © 2024