Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri dan masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian tinggi di Indonesia, termasuk di Kota Palembang. Status gizi dan riwayat kontak sangat berpengaruh pada risiko kejadian TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi dan riwayat kontak dengan kejadian tuberkulosis di Kota Palembang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif menggunakan data sekunder dari kegiatan Active Case Finding (ACF) tahap 3 di 20 Puskesmas Kota Palembang pada Februari-Maret 2025. Sampel penelitian berjumlah 1.963 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara status gizi dengan kejadian tuberkulosis (p=0,002; OR=2,141; 95% CI:1,349-3,398), yang berarti responden dengan gizi kurang memiliki risiko dua kali lebih besar mengalami TBC dibandingkan responden dengan status gizi baik. Namun, pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan antara riwayat kontak dengan kejadian tuberkulosis (p=0,198). Temuan ini menunjukkan bahwa status gizi merupakan faktor risiko kejadian TBC di Kota Palembang, sedangkan riwayat kontak tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Diperlukan upaya dalam peningkatan status gizi dan pencegahan penularan TBC di tingkat masyarakat.
Copyrights © 2025