Produksi garam tradisional di Desa Tanah Merah, Kabupaten Kupang NTT, menghadapi tantangan ergonomis dan keterbatasan energi yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan pekerja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja pemasak garam melalui penerapan prinsip ergonomi kerja dan pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, identifikasi risiko ergonomi, pelatihan postur kerja, serta instalasi tungku hemat energi berbasis biomassa lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi kerja, penurunan keluhan musculoskeletal, dan pengurangan konsumsi bahan bakar konvensional. Intervensi ini tidak hanya memperbaiki kondisi kerja, tetapi juga mendorong keberlanjutan produksi garam rakyat. Kegiatan ini diharapkan menjadi model replikasi bagi wilayah pesisir lainnya yang menghadapi tantangan serupa..
Copyrights © 2026