Ubi kayu merupakan salah satu komoditas pertanian penting di Indonesia yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku industri pangan, termasuk kerupuk. Namun, proses produksi kerupuk ubi kayu yang dijalankan oleh mitra masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan alat parut, proses pemerasan manual yang kurang efisien, serta belum adanya sistem pengelolaan limbah cair. Permasalahan ini berdampak pada produktivitas dan potensi pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan produktivitas mitra melalui penerapan teknologi tepat guna berupa mesin parut dan alat press hidrolik yang dapat menampung limbah cair, serta memberikan pelatihan pengolahan limbah cair menjadi nata de cassava. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan penggunaan alat, demonstrasi, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan mesin parut dan alat press mampu menghemat waktu, tenaga, dan biaya produksi, serta meningkatkan kapasitas produksi kerupuk dari ±65 kg menjadi 75-80 kg per siklus produksi. Selain itu, mitra memperoleh pengetahuan tentang pemanfaatan limbah cair menjadi produk bernilai tambah. Dengan demikian, penerapan teknologi tepat guna dalam program ini mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta mendorong mitra untuk menjadi industri berkelanjutan.
Copyrights © 2026