Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kuantitatif bagaimana faktor-faktor SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman) mempengaruhi performa pemasaran pada usaha mikro yang bergerak di bidang kuliner tradisional, dengan fokus pada warung lalapan yang terletak di kawasan Gempol. Latar belakang dari studi ini muncul akibat meningkatnya kompetisi di kalangan pelaku UMKM kuliner serta kebutuhan akan strategi pemasaran yang didasarkan pada analisis faktor-faktor internal dan eksternal. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kuantitatif deskriptif-korelasional dengan menggunakan metode survei yang melibatkan 30 responden, yang terdiri dari pemilik, dan pelanggan tetap warung lalapan. Data primer diperoleh melalui kuesioner dengan skala Likert (1-5), sementara data sekunder diambil dari publikasi resmi BPS dan Kementerian Koperasi dan UKM. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson Product-Moment dan untuk mengukur reliabilitasnya digunakan Cronbach’s Alpha (α ≥ 0,7). Proses analisis data dilaksanakan menggunakan regresi linier berganda melalui software SPSS versi 26. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keempat elemen SWOT memiliki pengaruh yang signifikan terhadap performa pemasaran, baik secara bersama-sama maupun terpisah (R² = 0,724, Sig. F < 0,05). Kekuatan (β = 0,418) dan peluang (β = 0,321) menunjukkan pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja pemasaran, sedangkan kelemahan (β = -0,267) dan ancaman (β = -0,173) memiliki pengaruh negatif yang signifikan. Hasil ini mengkonfirmasi hipotesis penelitian bahwa strategi pemasaran yang efisien dapat dicapai dengan memanfaatkan kekuatan internal dan peluang eksternal secara optimal. Di sisi praktis, hasil dari penelitian ini dapat dijadikan pedoman bagi pelaku UMKM kuliner dalam merancang strategi promosi digital, melakukan inovasi produk, dan memperkuat manajemen operasional untuk meningkatkan daya saing usaha mereka di tengah era ekonomi digital.
Copyrights © 2025