Penambangan kuari di Desa Mamuya mulai beroperasi tahun 2008, untuk pemanfaatan pembuatan fondasi rumah dan pembangunan lainnya. Tujuan penelitian, menghitung proyeksi kebutuhan, mengidentifikasi kecukupan pasokan, dan menyusun strategi efisiensi pemanfaatan material kuari. Metode penelitian adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Data sekunder jumlah penduduk Desa Mamuya tahun 2015-2024 berasal dari BPS, untuk menghitung rata-rata laju pertumbuhan penduduk. Data primer, peneliti melakukan observasi, dan wawancara sebanyak 42 responden, serta melakukan pengukuran fondasi rumah. Data wawancara dan data sekunder tentang perkembangan populasi penduduk, dihitung menggunakan rumus geometri, diperhitungkan untuk menentukan kebutuhan material kuari pada tahun 2025-2029. Pengukuran pasokan material kuari mengunakan alat total station untuk mengetahui ketersedian pasokan kuari pada tahun 2025. Analisis SWOT untuk penambangan, penjualan dan pemanfaatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa proyeksi pertumbuhan penduduk pada tahun 2025-2029 mencapai 5990 jiwa. Pasokan material kuari 679.682 m³, kebutuhan pembuatan fondasi rumah 480 m³, sisa pasokan material kuari 679.202 m³. Material kuari masih mencukupi untuk pembangunan fondasi rumah hingga tahun 2029. Analisis SWOT kebutuhan material kuari memilik kekuatan dan peluang sangat baik, namun perlu beberapa strategi untuk mengatasi kelemahan dan ancaman agar bisa meningkatkan efisiensi pemanfaatannya.
Copyrights © 2026