Penelitian ditujukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi adopsi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dikelompok mahasiswa Program studi akuntansi pada perguruan tinggi di Kota Batam. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui metode survei, data primer diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 mahasiswa yang telah menggunakan QRIS dalam enam bulan terakhir. Pemilihan responden dilakukan menerapkan teknik purposive sampling, sedangkan pengolahan data dianalisis melalui metode regresi linier berganda dengan metode perangkat lunak SPSS. Berdasarkan hasil pengolahan data, secara parsial keamanan transaksi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat adopsi QRIS, di sisi lain norma subjektif dan kepercayaan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Meskipun demikian, ketiga variabel secara simultan terbukti berkontribusi terhadap adopsi QRIS. Hal ini menunjukkan bahwa pertimbangan keamanan transaksi menjadi faktor dominan bagi mahasiswa dalam menggunakan QRIS, dibandingkan dengan pengaruh sosial maupun tingkat kepercayaan secara umum terhadap sistem pembayaran digital.
Copyrights © 2025