Kentang (Solanum tuberosum Linn) adalah tanaman hortikultura yang diproduksi sekali dalam satu musim sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi serta berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Panjangnya rantai distribusi dari petani ke konsumen dan penyimpanan dan jenis pengemasan yang dapat merusak fisik dan rasa umbi kentang. Sehingga penulis membuat penelitian dengan tujuan melihat pengaruh jenis pengemasan dan cara penyimpanan serta interaksinya terhadap kualitas fisik dan organoleptik umbi kentang Granola kita akari untuk mempertahankan kualitas umbi dan memperpanjang masa simpan yang dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai dengan Juni 2024 di Pengalengan dan Cianjur. Metode penelitian menggunakan RAL dengan pola faktorial, dimana Faktor A adalah cara penyimpanan yaitu A1=Wadah terbuka, A2=Wadah tertutup. Faktor B adalah Jenis Pengemasan dengan 5 taraf perlakuan, yaitu B0=Karung jala, B1=Plastik Polypropylene, B2= Plastik Polypropylene + gas N2, B3= Plastik Polypropylene + kardus coklat + gas N2 dan B4=Plastik Polypropylene + kardus coklat sehingga terdapat 10 kombinasi perlakuan. Data diolah secara fisik dilanjutkan dengan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan secara mandiri, cara penyimpanan tidak memberikanan pengaruh nyata pada susut bobot dan berpengaruh nyata terhadap umbi busuk. sedangkan jenis pengemasan memberikan pengaruh nyata dengan perlakuan terbaik B2(Plastik Polypropylene + gas N2). pada perlakuan kombinasi tidak terdapat interaksi antara cara penyimpanan jenis pengemasan terhadap parameter susut bobot, umbi busuk. Berdasarkan hasil uji organoleptik hasil terbaik yaitu nilai rata-rata pada parameter aroma (6,00), warna (3,08), tekstur (5,00), rasa (5,32) diperoleh pada Formulasi A1B2 (Wadah terbuka + Plastik Polypropylene + gas N2)
Copyrights © 2025